BELAJAR MENGENAL RIBA

Hasil gambar untuk riba

DARI USTADZ AMMI NUR BAITS, LC

KAIDAH 1
Semua hutang yg menghasilkan manfaat (apapun bentuknya), statusnya adalah RIBA
Contoh:
Memanfaatkan barang gadai!
Ada teman kita yg menggadaikan sawahnya kepada kita karena butuh uang. Lalu kita manfaatkan sawahnya untuk ditanami. Maka ini termasuk dosa besar, karena umumnya, kalau mau cocok tanam, harus bayar sewa dulu.

INGAT, dengan gadai tidak merubah status hak milik atas barang yg digadaikan.
Contoh lain: Mendapat hadiah, akibat dari transaksi hutang piutang yang kita lakukan,
dalam hal ini ada 2 keadaan:
1. Sebagai hadiah
2. Sebagai bagian dari pelunasan hutang

Contoh:
Kita menghutangi tukang angkot, akibat bantuan yg kita berikan itu tiap kita kemana-mana memakai jasa angkot tersebut kita digratiskan, maka jalan yang lebih selamat adalah menolaknya. Karena ini mirip manfaat yang didapat akibat kita menghutangi tukang angkot.

Contoh lain:
Bank memberi hadiah kita dalam bentuk payung, tas, kaos, sebagai bentuk apresiasi karena kita punya deposito yang cukup besar di bank tersebut.
bagaimana apakah kita terima..? Atau bahkan misalnya dapat hadiah mobil..?
Betul! Tolak hadiah mobil tersebut..
Perhatikan hal penting berikut:

Transaksi di bank, meliputi 3 aspek berikut:

1. Investasi
- artinya: uang boleh dipake, tapi uang tidak boleh dijamin
- maksudnya: jika bisnis untung, maka bagi hasil, namun jika bisnis rugi, harus dipikul bersama.
- tidak boleh minta modalnya tetep dijamin harus kembali, tapi oleh aturan: modal investasi kita di bank, dijamin untuk tetep kembali, bahkan pemerintah ikut menjamin hal tersebut.

2. Wadiah
- artinya: uang akan dijaga, tapi uang tidak boleh di pakai. Menurut anda, uang yg demikian banyak tersimpan di bank tersebut, apakah akan didiamkan saja...?
- maka pasti akan dipakai, jadi... ini juga bukan murni wadiah.

3. Hutang Piutang
- artinya: harus dijamin dan oleh dipake
- misalnya kita pinjam 5juta, lalu dalam perjalanan pulang, uang tersebut hilang, maka wajib bagi kita untuk tetep mengembalikan utuh.
-----------
KAIDAH 2
Tambahan dari transaksi hutang, sebagai ganti karena adanya penundaan waktu pembayaran adalah RIBA.
Contoh:
- Kita kredit rumah selama 5 tahun sebesar 400 juta
- Namun karena kita tidak bisa melunasinya selama waktu 5 tahun developer merubah transaksinya. Waktu diberi kelonggaran hingga 10 tahun, namun harga bertambah menjadi 600 juta. Sebagai kompensasi atas penundaan pembayaran yg kita lakukan.
ingat saudaraku... ini tidak boleh!

----------
KAIDAH 3
Riba itu tetap tidak boleh, baik sedikit maupun banyak.
Pendapat di masyarakat kita, Riba yang tidak boleh adalah yang bunganya banyak. Namun jika bunganya sedikit, maka boleh!

- misalnya: KUR yang merupakan program bantuan permodalan dari pemerintah yg bunganya kecil, hanya 9% pertahun.

inipun tetep riba yang tidak boleh kita manfaatkan.
Ingat... ada salah satu tabi'in (generasi setelah sahabat Nabi) yg berpesan: " 1 dirham (yang kita tahu bahwa itu riba), maka dosanya lebih besar, jika dibandingkan dengan 36 kali berzina"
Perlu diketahui bahwa: beliau mengatakan 1 dirham, karena itu merupakan satuan yang terkecil dari mata uang.

------------
KAIDAH 4
Riba hukumnya tetap haram. Baik dilakukan di negeri non Islam, maupun di negeri Islam. Jadilah muslim yg punya prinsip, bahwa dimanapun berada, tetap taat aturan

------------
KAIDAH 5
Tidak diperkenankan ada kenaikan harga, pada transaksi hutang piutang.
Contoh: kita di tahun 2000 menghutangi teman kita 50 juta, hingga di tahun 2016 ini, nilai uang kita tersebut menyusut jauh. Namun inflasi ini, tidak bisa jadi alasan bagi kita, untuk nambah nilai utang.
jika kita mau minjami teman dalam jumlah yang besar dan dalam waktu yg lama, maka solusinya adalah hutangi dalam bentuk emas, bayarnya juga dalam bentuk emas.
-----------
KAIDAH 6
Riba berlaku untuk semua jenis mata uang
Ada yang berpendapat riba hanya berlaku untuk uang kartal, tapi tidak berlaku pada dinar dan dirham, hal ini tidak benar.

-----------
KAIDAH 7
Saling ridho, tidak diperhitungkan dalam Riba.
Riba tetaplah Riba, meski saling rela/ ikhlas dan ridho.
Contoh:
Koperasi-koperasi RT yang ada simpan pinjam berbunganya. Meski hanya dengan memberi tambahan seikhlasnya tetaplah riba.

----------
KAIDAH 8
Tidak boleh mengajukan syarat tambahan, yang menguntungkan pihak pemberi hutang.
Contoh: saya mau ngutangi kamu, dengan syarat motormu saya pakai!
Contoh lain: kita ngutangi nelayan, tapi dengan syarat, hasil ikan tangkapan nelayan, harus dijual ke kita.

Ingat saudaraku..
Hal ini tidak boleh, Karena Nabi melarang menggabungkan transaksi hutang dengan jual beli!
Sumber: ringkasan WA Abu Abdillah.

Enam Perbuatan Haram Dalam Dunia Bisnis


Hasil gambar untuk haram

Pada prinsipnya, setiap pelaku bisnis syariah diberi kebebasan untuk mengembangkan kreativitasnya. Pintu ijtihad sangat terbuka lebar. Hal ini sesuai dengan kaidah fikih yang menyatakan bahwa menurut ketentuan asal, sesuatu itu dibolehkan, selagi belum ada dalil yang mengharamkan. (Imam Suyuti, al-Asybah wa an-Nazhair, 1/33).

Secara umum, ada beberapa unsur dalam fikih muamalah yang menyebabkan suatu perbuatan atau aktivitas bisnis dapat dikategorikan haram.

1⃣ Zalim
Syariah melarang terjadinya interaksi bisnis yang merugikan atau membahayakan salah satu pihak. Karena, bila hal itu terjadi, maka unsur kezaliman telah terpenuhi.
"Kalian tidak boleh menzalimi orang lain dan tidak pula boleh dizalimi orang lain." (QS Al-Baqarah [2]: 279).

2⃣ Riba
Secara tegas syariah mengharamkan segala bentuk riba.
"Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman. Maka,jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu." (QS Al-Baqarah [2]: 278-279).
Bahkan,Rasulullah SAW menyamakan dosa riba dengan zina.
"Satu dirham uang riba yang dimakan oleh seseorang dalam keadaan mengetahui bahwa itu adalah uang riba, dosanya lebih besar daripada berzina sebanyak 36 kali." (HR Ahmad dari Abdullah bin Hanzhalah dan dinilai sahih oleh Al-Albani dalam Shahih al-Jami', no. 3375).

3⃣ Maysir (perjudian)
"Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban) untuk berhala, mengundi nasib dengan panah adalah perbuatan keji, termasuk perbuatan setan. Maka,jauhilah perbuatan-perbuatan itu, agar kamu mendapat keberuntungan." (QS Al-Maidah [5]: 90).

4⃣ Gharar (penipuan)
"Siapa yang menipu, maka ia tidak termasuk golongan kami." (HR Muslim, Abu Daud, at-Tirmidzi, Ibnu Majah, Ibnu Hanbal, dan al-Darimi). Kelima, risywah (suap/sogok). "Rasulullah SAW melaknat orang yang memberi dan menerima suap." (HR Abu Daud dan at-Tirmidzi).

5⃣ Haram
Dalam transaksi jual-beli, Islam mengharamkan memperjual-belikan barang-barang yang haram, baik dari sumber barang maupun penggunaan (konsumsi) barang tersebut.
"Sesungguhnya Allah dan Rasul-Nya mengharamkan jual beli khamar, bangkai, babi,dan patung-patung." Rasulullah pun ditanya, "Wahai Rasulullah, tahukah Anda tentang lemak bangkai, ia dipakai untuk mengecat kapal-kapal, meminyaki kulit-kulit,dan untuk penerangan banyak orang?" Nabi menjawab; "Tidak (jangan), ia adalah (tetap) haram " (Muttafaq 'Alaih).

6⃣ Maksiat
Apa pun bentuk maksiat yang terdapat dalam proses transaksi (muamalat) merupakan hal yang diharamkan. Abu Mas'ud al-Anshari menuturkan,
"Nabi SAW melarang (penggunaan) uang dari penjualan anjing, uang hasil pelacuran, dan uang yang diberikan kepada dukun." (Muttafaq 'Alaih).

#YukHijrahBisnis
Oleh : A Riawan Amin

Peluang Bisnis Ternak dan Perikanan di Indonesia

Hasil gambar untuk ikan

Peluang bisnis ternak dan perikanan di Indonesia sangat menggiurkan. Hal ini disebabkan potensi sumber daya alam yang ada di Indonesia sangat mendukung, mengingat banyaknya lahan, air, laut dan juga bahan-bahan pakan.

Bagi sahabat yang berminat memulai bisnis ini ada baiknya membaca peluang bisnis ternak dan perikanan Indonesia. Ini penting untuk memacu motivasi keseriusan kita bisnis yang satu ini. Kemudian, dengan mengetahui peluang bisnis ternak ini diharapkan dapat menguasai trik dan teknik bagaimana cara bisnis ternak yang efektif efisien dan hasil yang sangat menguntungkan.

Lalu, seperti apa kondisi sektor peternakan dan perikanan di Indonesia saat ini? Sebagai penghasil pangan yang strategis, sektor pertanian dan perikanan di Indonesia mengalami dua keadaan berbeda yang cukup ekstrem. Pertama, terjadinya kenaikan harga yang signifikan pada semester pertama. Kedua, terjadinya penurunan harga yang signifikan pada semester kedua.
Keadaan Sektor Peternakan dan Perikanan di Tengah Krisis Global

Terjadinya krisis global di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, berdampak pada berbagai segi kehidupan. Sektor peternakan dan perikanan pun tak luput dari dampak tersebut. Apa dampak krisis global bagi kedua sektor penting ini? Berdampak positif atau negatif? Ini dia ulasan lengkapnya.

1. Sektor Peternakan
Pada bidang peternakan, produksi daging sapi nasional 2008 berjumlah sekitar 465 ribu ton. Sebuah pencapaian positif dan signifikan dibanding dengan pencapaian tahun sebelumnya, yaitu hanya mencapai 346 ribu ton. Walaupun demikian, jumlah produksi ini belum mencukupi sehingga terpaksa menggantungkan kebutuhan daging sapi dari luar negeri, khususnya dari Selandia Baru dan Australia.

Jumlah impor sapi dari negara Australia berjumlah lebih dari 520 ribu ekor sapi pada 2008. Sebagian besar impor sapi dari Australia ini adalah untuk dipotong, sedangkan sebagian kecil lainnya dijadikan sebagai induk. Dengan peluang pasar yang sangat besar tersebut, wajar jika sekitar 68 negara antre untuk memasukkan daging serta produk daging ke Indonesia.

Perkiraan data konsumsi daging di Indonesia berbeda-beda menurut setiap lembaga. Survei Sosial Ekonomi Nasional Badan Pusat Statistik (Susenas BPS) menyebutkan bahwa estimasi konsumsi daging di Indonesia berjumlah total 2,6 kg/kap/th. Sementara itu, ada sekitar 1,7kg daging sapi menurut Asosiasi Produsen Daging dan Feedlot Indonesia (Apfindo).

Berbeda lagi dengan data yang dikeluarkan oleh Forum Masyarakat Perunggasan Indonesia (FMPI), yaitu 4,5kg daging ayam. Data lainnya pun dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Peternakan Departemen Pertanian (Deptan), yaitu 1,2kg daging sapi dan 3,1kg daging ayam. Simpulannya, konsumsi daging di tahun-tahun mendatang akan mengalami peningkatan.

a. Produksi Daging Ayam
Pada 2008, produksi daging ayam berjumlah sekitar 1,4 juta ton. Badan Ketahanan Pangan, Departemen Pertanian, mengatakan pencapaian ini adalah sebuah peningkatan dua kali lipat dibanding dengan produksi tahun sebelumnya. Tapi, produksi serta konsumsi daging ayam ini masih diselimuti isu biosafety seperti kasus flu burung dan dampak sosial ekonomi yang ditimbulkannya.

Karakteristik konsumsi daging ayam yang begitu fleksibel terhadap perubahan harga serta perubahan selera konsumen adalah faktor-faktor yang wajib diperhatikan untuk mencapai kinerja stabilitas harga daging sapi, ayam, dan produk peternakan lainnya. Akan tetapi, pada perayaan hari-hari keagamaan seperti Idul Fitri dan Idul Adha, kebutuhan daging ayam serta telur di Indonesia meningkat sangat tajam. Ini adalah sebuah kebiasaan rutin yang mungkin sangat bertentangan jika dikaitkan dengan langkah pengendalian konsumsi.

b. Sektor Peternakan dan Perubahan Konsmusi Masyarakat
Di dalam ekonomi pertanian, karakter perubahan yang sangat tinggi adalah ciri khas dari revolusi peternakan. Perubahan ini tentunya berkontribusi sekali terhadap pencapaian ketahanan pangan, kualitas SDM (sumber daya manusia), serta pembangunan perkonomian secara umum. Sektor peternakan memang mendominasi perubahan konsumsi masyarakat yang awalnya mengonsumsi sumber kalori berbasis karbohidrat berubah menjadi sumber kalori berbasis kandungan protein tinggi.

Konsumsi daging di Indonesia memang sekitar 56 persennya berasal dari unggas. Jumlah ini cukup jauh jika dibandingkan angka konsumsi daging sapi, yaitu hanya sekitar 23 persen. Meskipun demikian, jumlah konsumsi daging unggas yang hanya setara dengan 4,5kg per kapita per tahun tersebut jelaslah jauh lebih rendah atau hanya seperlima daripada konsumsi daging di negara-negara maju.

c. Sektor Peternakan dan Sistem Produksi Jagung
Sektor peternakan ternyata sangat erat hubungannya dengan sistem produksi jagung di dalam negeri sebagai pemasok pertama penyediaan pakan ternak, baik itu secara langsung ataupun tak langsung. Menurut Aram III (Angka Ramalan III) Badan Pusat Statistik (BPS), produksi jagung pada 2008 lalu ditaksir sekitar 15,9 juta ton.

Produksi sebesar ini dapat dicapai karena adanya peningkatan luas panen di sejumlah daerah seperti di Sumatera Utara, Gorontalo, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, dan Lampung. Tapi, produksi jagung tersebut belum bisa mencapai target swasembada jagung yang seharusnya sudah dicapai sejak 2007. Pada kenyataannya, kita masih memenuhi konsumsi jagung dari pasar luar negeri.

Hal yang cukup positif yaitu pemakaian benih unggul jagung hibrida, khususnya hasil dari bioteknologi pertanian. Selain itu, peningkatan produksi jagung hibrida pun mampu menunjang sektor peternakan sebab industri pakan ternak ikut naik setelah kevakuman yang sangat serius ketika puncak krisis ekonomi melanda.

Membaiknya keadaan produksi jagung dalam negeri setidaknya mampu mengurangi ketergantungan sektor peternakan skala kecil terhadap pakan impor serta memberikan peningkatan pertumbuhan yang lebih tinggi. Tapi, pergerakan konsumsi jagung yang meningkat tajam menyebabkan Indonesia masih tetap mengandalkan jagung luar negeri dalam jumlah yang tak sedikit.

2. Sektor Perikanan
Untuk bidang perikanan, negara kia masih juga mengandalkan ekspor udang dan ikan ke Jepang, Korea, Taiwan, dan Amerika Serikat. Pada 2008 yang lalu, produksi ikan secara keseluruhan adalah sekitar 8,1 juta ton atau 32 persen per tahun. Ini adalah sebuah pencapaian yang sangat signifikan jika dibanding dengan angka produksi pada 2004, yaitu hanya sekitar 6,1 juta ton.

Karena begitu besarnya keterkaitan antara sektor perikanan dan tekanan ekonomi global, masyarakat kita tentunya sangat khawatir terhadap dampak krisis keuangan global, terutama terhadap kemakmuran nelayan skala kecil dan menengah.

Sebelum datangnya krisis keuangan global, produksi perikanan pada tingkat global mencapai sekitar 7,5 juta ton, 3,8 juta di antaranya berasal dari hasil budidaya udang. Artinya, produksi udang hasil budidaya sudah melampaui produksi perikanan konvensional. Hal ini disebabkan oleh makin gencarnya usaha budidaya udang.

Selain itu, angka tersebut cenderung didorong oleh semakin tingginya produksi udang hasil budidaya selama kurun waktu lima tahun terakhir. Tingkat pertumbuhannya mencapai 21 persen per tahun. Diperkirakan, sekitar 5-6 tahun yang akan datang, laju pertumbuhan udang hasil budidaya akan melambat. Laju pertumbuhannya diperkirakan sekitar 6 persen atau mungkin kurang dari itu.

Para analisis sudah memprediksi bahwa dampak langsung dari krisis keuangan dunia yaitu turunnya permintaan, khususnya dari Amerika Serikat dan kawasan Uni Eropa. Dampak lainnya dari pengerutan pasar ini yaitu menurunnya harga produk perikanan. Bahkan, muncul kekhawatiran gagal bayar yang disebabkan oleh masalah keuangan pada perusahaan-perusahaan skala besar.

Selain itu, kekhawatiran sejumlah negara besar importir produk perikanan terhadap dampak buruk ekonomi global yaitu kemungkinan digunakannya teknik budidaya perikanan yang tak ramah lingkungan. Teknik seperti ini dipraktikkan oleh para nelayan dengan tujuan mengurangi biaya produksi.

Apa pun yang akan terjadi, sektor perikanan di negara Indonesia harus melakukan penjelajahan terhadap pasar-pasar ekspor baru seperti di sektor lingkungan hidup dan lain sebagainya. Langkah-langkah pengembangan terkini sangat membutuhkan kemampuan pengamatan pasar yang tangguh, peraturan yang bisa merugikan, kemampuan analisis selera konsumen, dan lain sebagainya.

Sementara itu, para pelaku sektor peternakan di Indonesia masih harus berupaya semaksimal mungkin menaikkan produksi sekaligus produktivitas daging sapi serta daging ayam sebab hal ini akan menjadi karakteristik indikator ketahanan pangan.

Selain itu, dari segi konsumsi, para pelaku usaha ini (pemerintah, pihak swasta, dan masyarakat umum) harus juga berusaha keras menaikkan pertumbuhan konsumsi daging. Tujuannya adalah untuk memperlihatkan peran nyata mereka terhadap kualitas gizi masyarakat, kualitas protein masyarakat, dan yang pasti kecerdasan bangsa Indonesia pada umumnya.


Paradigma Memulai Bisnis Tanpa Modal

Hasil gambar untuk bisnis tanpa modal

Anda yang ingin punya penghasilan harian, bulanan, dan atau pendapatan tetap? tempatnya bukanlah di perusahaan, tempat bekerja, kantor, instansi dan semacamnya. Melainkan ada pada diri Anda sendiri. Bagi orang yang berfikiran maju tidak akan mencari lowongan pekerjaan ataupun bursa pencari kerja, akan tetapi mereka memulai dengan mengoptimalkan diri sendiri.

Bahasan artikel tips ini berjudul kunci memulai bisnis tanpa modal. Pengertian modal di sini dalam hal materi berupa uang. Modal kita cukuplah potensi yang ada dalam diri kita sendiri. Oleh karenanya bagaimana itu semua dapat diraih ? sebetulnya simple saja. Kita tidak harus mengeluh dan kecewa atas apa yang ada pada diri. Perlu kedewasaan dalam menyikapi apa yang akan kita lakukan dengan modal hanya diri sendiri.

Paradigma pemikiran terlebih dahulu mesti kita luruskan, bahwa sejak awal setiap manusia terlahir dalam keadaan tidak memiliki apa-apa. Lalu seiring bertambahnya usia manusia dilatih belajar mengetahui berbagai nama, istilah dan perkembangan fikiran setiap manusia berbeda-beda satu sama lainnya. Inilah sebetulnya titik awal dari nasib manusia di masa datang. Dan kemudian bisakah nasib itu dirubah? Adalah sangat mungkin tergantung tekad dan niat kita memberikan yang terbaik buat kebahagiaan kita. Bisnis itu merupakan pekerjaan agung yang dapat membantu kemajuan diri, bangsa, negara dan juga agama. Rasul Alloh sebagai panutan kehidupan umat manusia digembleng dan dididik terlebih dahulu oleh Allah SWT menjadi seorang pebisnis sebelum diangkat menjadi Nabi dan Rasul di usia 45 tahun.

Fakta yang terjadi di negara yang maju adalah persentasi pelaku bisnis wirausahawan nya melebihi para pegawai kantor atau pegawai negri. Anggapan menjadi PNS ataupun pegawai kantor, pabrik dan semacamnya dapat menjanjikan untuk masa depan, itu sudah usang dan perlu dipertimbangkan lagi. Sebab fakta yang sebenarnya mereka yang sukses adalah yang bergerak dalam bisnis dan wirausaha.
Melalui tulisan artikel ini penulis mengajak pembaca merenungkan peluang yang ada di sekitar daerah kita. Potensi apa yang mesti kita gali dan lalu kita pasarkan melalui selling atau marketing di zaman yang sudah canggih ini.

Banyak pengalaman orang sukses bisnis dalam satu bidang usaha karena keturunan, peluang, dan juga melalui keterpaksaan. Mengoptimalkan diri dapat menjadi solusi memulai bisnis tanpa modal. Lalu bagaimana caranya? Inilah tips yang mungkin dapat menjadi wawasan dalam kreatifitas.

  • Perbanyaklah rekan, teman, mitra, sahabat yang memiliki visi yang sama 
  • Hindari mengeluh atau bahkan mundur karena keterbatasan yang ada
  • Kuasai komunikasi, negosiasi, sales penjualan dan pemasaran 
  • Mengetahui detail produk atau jasa yang akan dipasarkan
  • Meminta kepada Alloh SWT atas kelancaran bisnis dengan hanya modal yang telah diberikan oleh-Nya

Menciptakan Profit

 Hasil gambar untuk menciptakan profit

   “Profit dibuat ketika anda membeli. bukan ketika anda menjual." [Robert T. Kiyosaki]

Keterangan: Ketika tetangga Robert Kiyosaki membeli kondominium US$100.000, Robert Kiyosaki membeli kondo yang sama yang berhadapan dengan miliknya seharga US$50.000. Tetangga Robert memberitahukan bahwa nanti harganya akan naik. Tetapi Robert Kiyosaki memberitahu tetangganya bahwa profit atau keuntungan itu dibuat ketika anda membeli bukan ketika anda menjual. Tetangganya belanja real estate dari seorang dokter yang sama sekali tidak mempunyai properti sendiri. Robert berbelanja di Departemen penyitaan sebuah bank. Robert membayar US$500 untuk kursus tentang cara melakukan hal ini, tetapi tetangganya beranggapan bahwa investasi US$500 untuk kursus di real estate cukup mahal.

Dan tetangga tersebut mengatakan bahwa dia tidak sanggup membayarnya dan dia tidak dapat meluangkan waktu untuk melakukannya maka dia menunggu harga naik.
Robert Kiyosaki mencari orang yang ingin membeli lebih dahulu, kemudian baru mencari seseorang yang mau menjual. Seorang teman sedang mencari sebidang tanah, dia mempunyai uang tapi tidak mempunyai waktu.  Robert menemukan sebidang tanah yang luas, lebih luas dari yang mau dibeli temannya kemudian Robert mengikat dengan opsi dan kemudian menelpon temannya, dan temannya mau membeli sebagian saja dari tanah tadi. Maka Robert menjual sebagian kepada temannya dan baru membeli tanah tersehut. Maka Robert menerima sisa tanah tersebut secara gratis. Pesan moral kisah ini adalah beli sebuah kue yang besar, potonglah jadi heberapa potong. Kebanyakan orang rnembeli sesuatu yang sanggup mereka beli sehingga mereka selalu mencari yang kecil sesuai dengan kemampuan mereka. Maka mereka hanya membeli sepotong kue, akhirnya mereka membayar yang lebih banyak untuk kue yang lebih kecil. Saya pribadi melihat banyak orang kaya yang mempunyai resep yang sama.

Untung pada waktu beli bukan pada waktu jual. Contoh : Ada teman saya seorang pemimpin bank di Lombok. Ketika Joop Ave (Menteri Pariwisata saat itu] mencanangkan tahun kunjungan wisata ke Lombok. Harga tanah di Pantai Lombok segera saja bergerak naik. Ketika harga tanah mulai bergerak dari Rp 15.000/m2 ke Rp 40.000/m2 dan dia aktifmenghubungi pengusaha-pengusaha hotel yang ada di Bali maupun di Iakarta. Begitu dia melihat banyaknya minat hotel-hotel untuk membuka hotel di Lombok, maka dia bersama teman-temannya membeli tanah di pinggir Pantai. Hanya dengan tanda jadi Rp10 juta dengan waktu pembayaran lunas mundur menjadi 6 bulan, dia membeli dengan harga Rp 30.000 / m2. Akhirnya ada pengusaha hotel yang mau membeli sebagian dengan harga Rp 100.000/m2. teman saya bisa membeli properti dengan risiko hanya dengan Rp 10 juta dia mendapatkan ratusan juta. Dan sisa tanahnya dia jual perlahan- lahan ketika tanahnya naik menjadi Rp 200 ribu / m2.

Sekarang teman saya yang bersangkutan mernpunyai mall/supermarket. Para pemikir yang kerdil tidak akan mendapatkan keuntungan yang besar. Jika anda ingin lebih kaya, berfikirlah yang lebih besar dulu. Berikan komentar Anda bagaimana setiap harinya Anda menikmati keuntungan dari apa yang Anda kerjakan saat ini, misalkan karyawan, pebisnis, profesional atau apapun juga.
Semoga bisa menginspirasikan sesama pembaca lainnya.   

Penting Mempejari Sejarah Perubahan

Hasil gambar untuk berubah

Seperti hukum alam yang ada siang dan malam, panas dan dingin, hujan dan terang, pasang dan surut, yang abadi di dunia ini adalah Tuhan dan perubahan itu sendiri

Robert kiyosaki berharap bahwa perkiraan dia terhadap apa yang akan terjadi salah, mungkin pemerintah bisa terus membuat janji-janji untuk mengurus orang-orang : terus menaikkan pajak, dan terus tenggelam dalam hutang yang lebih besar.

Mungkin bursa saham akan selalu naik dan tidak pernah turun lagi... dan mungkin harga—harga real estate akan selalu naik dan rumah anda akan menjadi investasi terbaik anda. Dan mungkin jutaan orang akan menemukan kebahagiaan dengan memperoleh upah minimum serta bisa memberikan hidup yang baik bagi keluarga mereka. Mungkin semua itu bisa terjadi. Tapi menurut Robert Kiyosaki tidak mungkin. Kalau kita berpatokan pada sejarah
.
Menurut sejarah, kalau orang hidup sampai 75 tahun, mereka akan mengalami dua resesi dan satu depresi. Para baby boomer telah mengalami dua resesi, tapi belum mengalami depresi. Mungkin takkan pernah depresi lagi. Tapi menurut sejarah tidak begitu. Kita harus belajar sejarah ekonomi dan perubahannya yang lebih panjang dan perspektif yang lebih haik tentang asal dan tujuan kita.
Depresi bukan problem masa lalu, karena kita semua adalah manusia yang akan selalu mempunyai emosi serakah dan takut. Dan ketika rasa serakah dan takut bertabrakan , maka seseorang mengaiami kerugian besar , dan emosi herikutnya adalah depresi.

Depresi terdiri dari 2 emosi manusia :

1. Marah
2. Sedih

Marah kepada diri sendiri dun sedih karena kerugian. Depresi ekonomi adalah depresi emosi.
Di Indonesia atau di dunia ada siklus atau pola perubahan 12 tahunan. Diawali tahun 1945 ada kejadian Indonesia merdeka, dan perubahan ini menimbulkan peluang bisnis sehingga banyak orang kaya baru. Tahun 1957 Malaysia merdeka, terjadi perubahan peta perdagangan di Asia Tenggara, banyak orang kaya baru.

Tahun 1969 pemerintah orde baru membuat peluang dan membuat orang kaya baru. Tahun 1981, terjadi booming saham di Asia Tenggara sehingga monyet pun [tidak perlu orang pintar] yang membeli saham akan kaya. Tahun 1993, terjadi booming properti di Indonesia yang membuat orang kaya baru. Tahun 2005, di Indonesia, Singapore dan Malaysia tampil pemimpin baru, perubahan yang akan membuat orang kaya baru.

Mengapa di setiap resesi dan depresi, selalu ada orang miskin dan menjadi kaya, dan kenapa di setiap resesi dan depresi seialu banyak orang kaya yang bahkan jadi dinosaurus...punah.
Menurut Robert Kiyosaki, orang akan tumbuh semakin kaya melalui perubahan-perubahan ketika orang tersebut terus belajar [open mind] dan berani mengambil risiko (take action).   

Menjadi Investor Yang Mantap



Entah investasi itu di dalam real estate, sebuah bisnis, saham, atau obligasi tetap ada "naluri bisnis komprehensif’ mendasar yang paling penting menjadi investor yang mantap. Beberapa orang memiliki naluri komprehensif ini, tapi banyak yang tidak. Terutama karena sekolah melatih sangat terspesialisasi.....tidak terlatih secara komprehensif.

Jalan yang disarankan, banyak orang memilih langsung menjadi investor. Menurut Robert Kiyosaki, "jika kau mempunyai banyak uang dan waktu luang, silahkan memasuki kuadran "l" atau investor. Tapi jika kau tidak mempunyai banyak uang dan waktu, jalan yang disarankan lebih aman yaitu masuk ke kuadran "B" atau business owner terlebih dahulu. Mengapa?

Karena pengalaman dan pendidikan. Jika pertama-tama sukses sebagai seorang "B" , anda akan mendapat kesempatan yang lebih baik untuk berkembang menjadi seorang "I" yang kuat. “I” menanam modal di  Jika pertama-tama mengembangkan naluri bsnis yang mantap, anda akan menjadi investor yang lebih balk. Anda akan bisa lebih baik mengenali "B" lain yang bagus. Investor sejati menanam modal pada "B" yang sukses dengan sistem bisnis yang stabil.

Sangat berisiko untuk berinvestasi pada seorang "E" [Employee] atau “S” [Self—Employee] yang tidak mengetahui perbedaan antara sebuah sistem dengan sebuah produk... atau yang tidak mempunyai keterampilam kepemimpinan yang baik.

Cashflow

Jika memiliki bisnis yang berjalan baik, anda berarti mempunyai waktu luang dan uang untuk menopang fluktuasi kuadrant "I". Sering kita bertemu orang-orang dari kuadrant "E-S" yang keuangannya begitu terbatas hingga mereka tak sanggup menanggung kerugian finansial dam bentuk apapun. Hanya dalam satu kali ayunan pasar mereka langsung bangkrut karena mereka secara finansial beroperasi di “garis merah".

Kenyataannya adalah, investasi memnbutuhkan pengetahuan serta modal yang banyak. Kadang dibutuhkan banyak modal dan waktu untuk memperoleh pengetahuan tersebut.

Saran Robert Kiyosaki adalah bagi mereka yang mulai pindah ke kuadran "B" atau "I", mulailah dengan kecil-kecilan dan berlahan-lahan. Lakukan transaksi yang lebih besar setelah keyakinan dan pengalaman anda tumbuh. Begitu seseorang memperoleh pengalaman dan reputasi bagus, semakin lama dibutuhkan semakin sedikit uang untuk menciptakan investasi yang semakin besar. Sering tidak dibutuhkan uang untuk menghasilkan banyak uang.

Mengapa? Pengalaman sangat berharga.