Showing posts with label Bisnis Internet. Show all posts
Showing posts with label Bisnis Internet. Show all posts

Paradigma Memulai Bisnis Tanpa Modal

Hasil gambar untuk bisnis tanpa modal

Anda yang ingin punya penghasilan harian, bulanan, dan atau pendapatan tetap? tempatnya bukanlah di perusahaan, tempat bekerja, kantor, instansi dan semacamnya. Melainkan ada pada diri Anda sendiri. Bagi orang yang berfikiran maju tidak akan mencari lowongan pekerjaan ataupun bursa pencari kerja, akan tetapi mereka memulai dengan mengoptimalkan diri sendiri.

Bahasan artikel tips ini berjudul kunci memulai bisnis tanpa modal. Pengertian modal di sini dalam hal materi berupa uang. Modal kita cukuplah potensi yang ada dalam diri kita sendiri. Oleh karenanya bagaimana itu semua dapat diraih ? sebetulnya simple saja. Kita tidak harus mengeluh dan kecewa atas apa yang ada pada diri. Perlu kedewasaan dalam menyikapi apa yang akan kita lakukan dengan modal hanya diri sendiri.

Paradigma pemikiran terlebih dahulu mesti kita luruskan, bahwa sejak awal setiap manusia terlahir dalam keadaan tidak memiliki apa-apa. Lalu seiring bertambahnya usia manusia dilatih belajar mengetahui berbagai nama, istilah dan perkembangan fikiran setiap manusia berbeda-beda satu sama lainnya. Inilah sebetulnya titik awal dari nasib manusia di masa datang. Dan kemudian bisakah nasib itu dirubah? Adalah sangat mungkin tergantung tekad dan niat kita memberikan yang terbaik buat kebahagiaan kita. Bisnis itu merupakan pekerjaan agung yang dapat membantu kemajuan diri, bangsa, negara dan juga agama. Rasul Alloh sebagai panutan kehidupan umat manusia digembleng dan dididik terlebih dahulu oleh Allah SWT menjadi seorang pebisnis sebelum diangkat menjadi Nabi dan Rasul di usia 45 tahun.

Fakta yang terjadi di negara yang maju adalah persentasi pelaku bisnis wirausahawan nya melebihi para pegawai kantor atau pegawai negri. Anggapan menjadi PNS ataupun pegawai kantor, pabrik dan semacamnya dapat menjanjikan untuk masa depan, itu sudah usang dan perlu dipertimbangkan lagi. Sebab fakta yang sebenarnya mereka yang sukses adalah yang bergerak dalam bisnis dan wirausaha.
Melalui tulisan artikel ini penulis mengajak pembaca merenungkan peluang yang ada di sekitar daerah kita. Potensi apa yang mesti kita gali dan lalu kita pasarkan melalui selling atau marketing di zaman yang sudah canggih ini.

Banyak pengalaman orang sukses bisnis dalam satu bidang usaha karena keturunan, peluang, dan juga melalui keterpaksaan. Mengoptimalkan diri dapat menjadi solusi memulai bisnis tanpa modal. Lalu bagaimana caranya? Inilah tips yang mungkin dapat menjadi wawasan dalam kreatifitas.

  • Perbanyaklah rekan, teman, mitra, sahabat yang memiliki visi yang sama 
  • Hindari mengeluh atau bahkan mundur karena keterbatasan yang ada
  • Kuasai komunikasi, negosiasi, sales penjualan dan pemasaran 
  • Mengetahui detail produk atau jasa yang akan dipasarkan
  • Meminta kepada Alloh SWT atas kelancaran bisnis dengan hanya modal yang telah diberikan oleh-Nya

Membangun Asset

Hasil gambar untuk membangun kolom aset

Hal yang terbaik soal uang adalah ia bekerja 24 jam sehari dan dapat bekerja untuk beberapa generasi. Begitu dollar masuk kedalam asset saya, ia menjadi karyawan saya dan tidak saya biarkan keluar. [Robert T. Kiyosaki)

Keterangan: Yang dimaksud asset riil bagi Robert Kiyosaki bukan kekayaan bersih seperti yang diajarkan dalam metoda akuntansi melainkan sesuatu hal yang menaruh/memasukkan uang kedalam saku kita.

Contoh Asset:
1. Bisnis yang tidak menuntut kehadiran kita
2. Saham
3. Surat obligasi
4. Dana bersama
5. Real estate yang menghasilkan pemasukan
6. Surat utang
7. Royalti dari property intelektual seperti musik, karya tulis, hak paten.
8. Dan segala sesuatu yang mempunyai nilai, menghasilkan pemasukan, dan  Mempunyai pasar yang siap.

Robert Kiyosaki tidak mendorong siapapun untuk memulai sebuah perusahaan, kecuali mereka sungguh-sungguh ingin memahami akuntansi, manajemen uang dan ilmu menjual serta mendorong orang untuk mendapatkan asset yang dia sukai, jika kamu tidak menyukai, kamu tidak akan memeliharanya."

Rintangan dalam memiliki bisnis, 80% dari semua usaha yang didirikan mati ditahun pertama, sisanya yang 20% hidup di tahun pertama tadi 80% nya mati di empat tahun berikutnya. Jadi, dalam 5 tahun pertama hanya tinggal 4% yang hidup.

Robert Kiyosaki tidak merekomendasi Anda untuk mempunyai bisnis sendiri kecuali hanya jika Anda sungguh mempunyai hasrat untuk mempunyai perusahaan sendiri. Yang dimaksud Robert Kiyosaki untuk urus dan jalankan bisnis Anda sendliri adalah membangun dan menjaga kolom asset agar tetap kokoh.

Teruskanlah pekerjaan harian Anda, jadilah karyawan yang bekerja keras dan bagus tetapi teruslah membangun kolom asset itu (sesuai dengan contoh asset—asset diatas bukan hanya bisnis sendiri). Ketika arus kas Anda tumbuh, Anda dapat membeli beberapa barang mewah. Perbedaan penting adalah bahwa orang kaya membeli barang mewah belakangan [bukan priritas utama), sementara orang miskin dan kelas menengah cendrung membeli barang mewah iebih dulu (prioritas utama).

Orang miskin dan kelas menengah sering kali membeli barang mewah seperti rumah besar, berlian, pakaian dari bulu binatang, perhiasan atau kapal persiar karena mereka ingin kelihatan kaya, tetapi dalam kenyataannya mereka hanya semakin terperosok dalam utang kredit.

Orang yang berlimpah uang, orang kaya jangka panjang, membangun kolom asset mereka dulu. Kemudian, pemasukan yang dihasilkan dari kolam asset dipakai untuk membeli barang mewah.
Orang miskin dan kelas menengah membeli barang mewah lebih dulu dengan keringat dan darah mereka sendiri dan dengan warisan anak-anak mereka

Marilah kita memhangun kolom asset kita mulai sekarang!   

Bisnis Startup = Memasuki Dunia yang Tak Pasti?

Hasil gambar untuk bisnis startup

Pagi tadi, secara tidak sengaja saya menemukan sebuah artikel yang cukup menarik untuk saya. Judul bertuliskan "Belajar dari Mundurnya Para Petinggi Startup di Indonesia" dengan huruf yang tercetak tebal membuat mata saya langsung tertuju pada artikel tersebut dan membukanya. Secara singkat, artikel tersebut mempertanyakan mengapa orang-orang hebat di balik berdirinya startup besar di Indonesia malah mengundurkan diri dan melirik bisnis lain. Dan penulis artikel tersebut memberikan simpulan yang cukup lugas, namun sayang belum membuat saya puas sebagai pembaca.

Memang beberapa minggu belakangan dunia startup cukup dikejutkan dengan mundurnya tiga founder dari perusahaan rintisan yang mereka bangun. Ketiga orang itu adalah Ken Dean Lawalata, Michaelangelo Moran dan Alamanda Shantika Santoso. Mungkin nama-nama mereka terdengar asing di telinga Anda, tapi saya yakin sebagai pengguna internet Anda tidak mungkin tidak mengenal Kaskus. Atau bagi yang setiap hari bergelut dengan kemacetan ibu kota, tidak mungkin Anda tidak kenal dengan GoJek, aplikasi solusi pengurai kemacetan. Ken Dean Lawalata adalah salah satu pendiri Kaskus bersama Andrew Darwis, dan dua nama yang belakangan saya sebut adalah nama yang terlibat saat mendirikan GoJek sejak awal bersama Nadiem Makarim. Kaskus dan GoJek adalah dua perusahaan rintisan yang saat ini semakin besar, Kaskus menjadi situs komunitas yang terbesar di Indonesia dan GoJek menjadi startup Unicorn pertama dari Indonesia dengan valuasi lebih dari satu miliar dollar Amerika Serikat.

Jika melihat 'anak' mereka yang semakin besar, bisa dibilang bahwa ketiga orang ini sudah membawa perubahan signifikan bagi perkembangan industri digital di Indonesia. Jika kita berpikir secara rasional, sudah pasti materi yang mereka dapat jumlahnya berlipat-lipat ganda dari modal awal yang mereka gelontorkan. Kerja keras yang mereka lakukan berbuah hasil yang sepadan. Lantas mengapa mereka mau melepaskan begitu saja 'anak' yang sudah mereka besarkan dengan susah payah. Adalah sebuah pertanyaan besar yang terbersit saat mendengar kabar mundurnya ketiga orang ini dari perusahaan yang mereka rintis.

Pikirkan saja, ketiga orang ini sudah merasakan pahit manisnya membangun perusahaan. Istilah lain, mereka sudah berdarah-darah dalam mendirikan Kaskus dan GoJek. Kaskus dan GoJek sudah menjadi perusahaan dengan nama yang sangat besar di Indonesia. Mereka terus merangkak naik dan bisa saja menjadi penguasa di lini bisnis dan segmen yang masing-masing mereka masuki. Dari beberapa media dikabarkan bahwa Ken banting stir ke dunia bisnis properti, Michaelangelo memutuskan untuk melirik bisnis lain, sedangkan Ala--panggilan akrab Alamanda, masih tetap berkecimpung di industri digital dengan mendirikan startup baru.

Menurut saya apa yang dilakukan Ken dan Mikey--sapaan akrab Michaelangelo-- adalah hal yang realistis, tapi keputusan yang diambil Ala untuk membangun startup-startup baru adalah keputusan yang bijak. Startup atau bisnis rintisan memang tengah menjamur bukan hanya di Indonesia, tapi juga di dunia. Bahkan kampus almamater saya pun sudah menyediakan fasilitas inkubasi (seperti karantina untuk pembuat startup) di mana mereka diberikan modal dan pelatihan agar perusahaan rintisan yang mereka buat bisa menggebrak pasar digital. Pesona startup memang memberikan warna tersendiri bagi dunia industri.

Gaya usaha yang tradisional, kaku dan tidak mengenal kemodernan bisa saja berbalik menjadi industri yang luwes dan fleksibel mengikuti perkembangan zaman. Contohnya mudahnya saja adalah GoJek, aplikasi yang dapat memanggil pengemudi ojek untuk mengantar kita ke tujuan. Awalnya ketika kita ingin menggunakan jasa ojek maka kita harus berjalan menuju pangkalan, tawar menawar harga, barulah kita diantarkan. Sekarang dengan adanya aplikasi ini, semua kemudahan berada dalam genggaman. Ya, itulah salah satu contoh yang membuat startup menjadi primadona di kalangan muda. Tapi apakah mudah mendirikan dan membesarkan sebuah perusahaan rintisan? Tentu tidak. Saya pun dulu bersama kawan-kawan pernah membuat sebuah perusahaan rintisan. Membuat konsep awal, mengumpulkan modal, menentukan langkah, hingga eksekusi membuat konsep tersebut menjadi nyata.

Sebagai pelaku, saya menilai mendirikan startup adalah sebuah perjudian besar. Anda membutuhkan waktu, sumber daya manusia dan konsistensi besar untuk membuat sebuah startup berhasil. Dalam membangun startup Anda harus siap mengorbankan banyak hal, terutama waktu, tenaga dan pikiran. Karena setiap langkah kecil yang Anda ambil akan sangat menentukan masa depan perusahaan itu sendiri. Hidup dan mati sebuah startup pun hampir tidak bisa diramalkan. Minggu ini perusahaan Anda masih berkibar dengan nama besar tapi bisa saja di minggu berikutnya Anda sudah tidak memiliki apa-apa lagi dari startup yang Anda bangun.

Startup penuh dengan ketidakpastian, lika liku bisnis yang dinamis membuat ketidakpastian ini menjadi satu-satunya kepastian yang dimiliki oleh perusahaan rintisan. Bahkan menurut survey Forbes, 90 persen startup di dunia mengalami kegagalan. Artinya kemungkinan sebuah startup bisa berhasil hanya 10 persen di seluruh dunia. Angka yang sangat kecil ini bisa saja Anda dapatkan, bergantung pada optimistis serta kemampuan Anda dalam mengelola perusahaan rintisan. Ken dan Mikey mungkin melihat ketidakpastian ini, sehingga mereka melirik bisnis lain yang lebih terjamin kepastiannya. Berbeda dengan Ala yang masih ingin bergelut dengan ketidakpastian, menurut saya keputusan ini sangat bijak. Dalam artikel yang saya baca tadi pagi, penulis mengungkapkan rasa optimistisnya dan mengatakan bahwa anak muda hanya perlu fokus pada apa yang sedang mereka lakukan tanpa harus berpikiran terlalu jauh ke depan. Tapi pendapat saya berbeda. Anak muda pun harus tetap memikirkan masa depan.

Anak muda harus bisa menentukan sikap yang mereka ambil, apakah realistis atau idealis. Ken dan Mikey mengambil keputusan yang realistis. Mereka ingin mendapat kepastian yang lebih besar dibandingkan berkecimpung di dunia startup yang penuh kegalauan. Keputusan Ala lebih idealis yang ingin terus mendirikan "bayi-bayi" rintisan agar menjadi jauh lebih besar yang kemudian bisa membawa nama baik Indonesia seperti GoJek di mata dunia. Tidak ada yang salah dari kedua keputusan ini,. Jika saya berada di posisi mereka dan ditanya keputusan apa yang diambil, maka saya akan dengan tegas menjawab: saya akan idealis seperti Ala, tapi dengan tidak mengesampingkan kemungkinan-kemungkinan lain.

Jujur, saya bukan orang yang menyukai hidup dalam ketidakpastian. Sebagai anak muda, harus ada visi hidup yang jelas ke depan seperti apa. Tapi di sisi lain, bergelut di dunia startup dapat membawa kita pada kedewasaan. Banyak sekali pelajaran yang akan Anda dapatkan dengan ikut bergerak bersama startup dan inilah yang mungkin dilihat oleh Ala. Segala kemungkinan harus diperjuangkan. Tapi tentu saja, seperti yang saya katakan sebelumnya, hidup harus memiliki visi yang jelas, memiliki kepastian. Apalagi ada ke depan ada banyak tuntutan-tuntutan yang harus siap kita hadapi dalam siklus kehidupan yang membutuhkan segala kepastian. Tapi yang jelas, mundurnya ketiga founder startup besar ini tentu bisa kita jadikan pelajaran. Bahwa anak muda boleh saja menaruh harap yang begitu besar, berjudi dengan kehidupan. Tapi anak muda tidak boleh melepaskan kepastian masa depan begitu saja. Duh pusing

Yudha Pratomo

Start Up Digital Success Story

Kaskus

Image result for kaskus

Berawal dari inisiasi Andrew Darwis, Ronald, dan Budi untuk memenuhi tugas kuliah mereka pada tahun 1998 dengan membuat sebuah forum komunitas bernama Kaskus. Kini, situs tersebut telah memiliki lebih dari 7 juta member dan meraih berbagai penghargaan. Sembilan tahun sejak awal berdirinya, Kaskus mengawali keseriusannya dengan membawa personel dan infrastrukturnya dari Amerika Serikat ke Indonesia. Strategi marketing yang mereka buat yaitu dengan meningkatkan kepercayaan user melalui penutupan akun kontroversial, juga aktif dalam kampanye internet positif. Cara tersebut berbuah hasil dengan peningkatan user hingga 300%.

Pada tahun 2009, Kaskus melakukan ekspansi dengan merekrut tenaga profesional sebanyak 60 orang. Keseriusannya tak sia-sia, berbagai penghargaan pun diraihnya, di antaranya: “The Best Innovation in Marketing” dan “The Best Market Driving Company” oleh Marketing Magazine, dan “The Greatest Brand of the Decade” (2009-2010) oleh Mark Plus Inc. Kaskus pun mendeklarasikan diri menjadi situs lokal No. 1 di Indonesia.

Inovasi pun terus dilakukan oleh Kaskus dengan meluncurkan berbagai fitur, seperti Kaskus Evolution. Dengan fitur tersebut, Kaskus menjadi lebih user friendly, dengan tampilan navigasi yang menarik dan meningkatkan layanannya dalam forum jual-beli serta bekerjasama dengan berbagai perusahaan untuk mengembangkan konten digitalnya. Hingga Mei 2014, Kaskus user telah mencapai angka 7,8 juta members, sebuah pencapaian yang fantastis bagi sebuah forum komunitas lokal di Indonesia.

Kunci sukses: pemilihan strategi marketing yang sesuai dengan bidang usaha serta terus melakukan inovasi sesuai perkembangan zaman.

Fish n Blues

Image result for Fish and Blues PT Samudra Eco Anugerah

Sebagai seorang konsumen, tentunya kita menginginkan bahan baku yang ada dimakanan merupakan produk yang diolah dari sumber dan bahan baku terbaik, diolah dengan mekanisme yang bersih dan tanpa mencemari lingkungan. Fish n Blues mencoba untuk memenuhi harapan konsumen tersebut. Fish n Blues merupakan merek dagang dari PT Samudra Eco Anugerah (SEA) Indonesia yang mendeklarasikan dirinya sebagai perusahaan pertama sebagai suplier dan retailer seafood ramah lingkungan pertama di Indonesia.

PT SEA memulai komitmennya dengan menandatangani ikrar untuk seafood yang bertanggungjawab, pada 9 Juli 2015. Kerjasama dengan LSM binaan dan nelayan yang tergabung dalam Jaring Nusantara dilakukan SEA untuk menegaskan komitmen mereka guna menjaga ekosistem laut dan membantu meningkatkan perekonomian para nelayan. Menurut Dirut SEA, Ranggi Fajar Muharam, konsumen berhak mengetahui asal usul produk yang mereka konsumsi. Ikrar tersebut adalah hal yang positif dan sekaligus memiliki kekuatan positioning perusahaan di tengah kekhawatiran masyarakat mendapatkan sebuah produk yang berkualitas, ramah lingkungan dan diolah dengan cara yang baik.

Kunci sukses: komitmen dalam menjaga kualitas produk serta menerapkan penyediaan informasi tentang produk yang dijual, sehingga komsumen memiliki trust bahwa produk yang dibeli memiliki kualitas yang baik, mulai dari cara pengolahan yang baik serta sumber produk

Price Area

Image result for price area

Price Area merupakan start up digital pembanding harga yang diluncurkan pada tahun 2010. Hingga kini, Price Area telah menawarkan 15 juta produk dari 860.000 penjual, dengan jumlah website visitor pernah mencapai 12 juta visit. Performa yang baik dan menawarkan sebuah ide yang kreatif, menjadikannya diakusisi oleh Yello Mobile dari Korea Selatan.

Pendiri Price Area adalah Andri Suhaili. Ia mulai merintis bisnis ini dari 9 orang, yang kebanyakan programmer dan developer. Awalnya, Price Area merupakan turunan ide dari bisnis periklinan digital yang disebut CekLagi.com, hingga sang founder sadar bahwa masih terlalu dini untuk menawarkan solusi kepada para penjual offline. Price Area pun tercipta, hingga mengklaim sebagai situs pembanding harga no. 1 di Indonesia. Andri Suhaeli memberikan tips waktu yang tepat bagi start up business untuk menerima penawaran akusisi, yaitu pada saat perusahaah memperoleh traction yang jelas serta pertumbuahan yang berkelanjutan. Kunci sukses: penerapan ide kreatif menjadi dasar utama dalam pengembangan bisnis Price Area

Tiket.com

Image result for tiket.com

Tiket.com merupakan situs booking online yang didirikan pada tahun 2011. Tidak membutuhkan waktu yang lama, pada tahun 2012 dan 2013 pendapatannya meningkat 1.300 persen. Mayoritas jenis pesanan adalah pesanan tiket pesawat, kereta api dan hotel. Beberapa strategi bisnis dan tips yang dapat dipelajari dari tiket.com adalah:

1) menjaga kontrol ketat terhadap arus keuangan dan pengeluaan merupakan aspek yang penting;
2) manajer perusahaan harus dapat memanfaatkan dengan baik investasi awal untuk meningkatkan usaha ke skala yang lebih baik;
3) jangan mencari investasi hanya untuk mendapatkan ketertarikan pasar;
4) manajer perusahaa harus dapat memahami dengan cermat dan strategis kapan dan di mana mereka mendapatkan dan menghabiskan uang.

Hingga kini, tiket.com telah merekrut sebanyak 150 karyawan. Dengan potensi pengembangan bisnis dan konsistensi manajemen yang dimiliki oleh tiket. com, mereka berencana untuk berekspansi ke beberapa kawasan, seperti Cina, Hongkong, Australia, Malaysia, juga dapat mencapai IPO.

Kunci sukses: penerapan strategi bisnis yang tepat dan manajeman keuangan yang yang baik menjadi kunci sukses bisnis.

Gojek

PT Go-Jek Indonesia, penyedia jasa transportasi ojek, berkembang pesat setelah meluncurkan aplikasi di smartphone pada awal 2015. Menurut Nadiem Makarim, pendiri Go-Jek, ia lebih suka menyebut Go-Jek sebagai perusahaan teknologi, bukan perusahaan transportasi. Selain melayani jasa antar barang dan/atau kurir, jasa antar makanan, hingga jasa shopping. Pertumbuhan user gojek berkembang dengan cepat. Sejak awal tahun, sudah ada 650.000 orang mengunduh aplikasi Go-Jek dengan proyeksi pertumbuhan 10.000 orang per tahun. Tidak hanya Jabodetabek, kini Go-Jek melebarkan sayapnya ke Bali, Bandung, dan Surabaya. Tidak hanya retail, Go-Jek juga bekerja sama dengan hampir 100 perusahaan yang menjadi pelanggan korporat. Go-Jek mengajak pengojek yang memiliki motor sebagai mitra. Masyarakat yang ingin menjadi mitra akan dibekali smartphone sebagai penghubung antara pengojek, manajemen Go-Jek, dan konsumen. Dalam sebulan, pendapatan tukang ojek dapat mencapai Rp4 juta hingga Rp6 juta. Dengan sistem bagi hasil, yakni 80% dari total penghasilan ke mitra dan 20% masuk ke manajemen Go-Jek.

Berawal dari kebiasaannya menggunakan ojek untuk pergi ke kantor, ia mendapatkan ide untuk menggabungkan ojek dengan teknologi. Dari hasil obrolan dan pengamatan dengan tukang ojek, Nadiem menemukan bahwa sebagian besar waktu tukang ojek banyak dihabiskan untuk mangkal dan menunggu penumpang. Di tempat mangkal, biasanya bergiliran dan terkadang sepi penumpang. Sementara dari sisi penumpang, keamanan dan kenyaman ojek belum terjamin. Hingga tercetuslah pemesanan Go-Jek melalui ponsel, tanpa harus ke pangkalan. Pengojek yang terdaftar membuatnya sedikit lebih aman dari ojek pangkalan karena jelas dan terdaftar. Saat awal merintis usaha, ia kerap turun ke tempat para tukang ojek mangkal. Di sana banyak dihabiskan waktu dengan mengobrol hingga membelikan mereka kopi dan rokok. Namun begitu, tetap sulit mengajak mereka untuk bergabung. Tapi, usahanya akhirnya terjawab. Kini, sekitar 10.000 pengojek bersedia bergabung dengan Go-Jek.

Inovasi Go-Jek merupakan contoh terjadinya creative destruction pada manajemen ojek pangkalan. Schumpter, sebagai penggagas teori tersebut, menjelaskan keuntungan dari adanya inovasi memang akan menghancurkan manajemen dan dinamika bisnis sebelumnya, namun tingkat keuntungannya melebihi nilai kerugian dibandingkan dengan tidak diperkenalkan sama sekali terhadap inovasi tersebut.

Kunci sukses: kecerdikan melihat peluang dengan melakukan inovasi yang dihubungkan dengan perkembangan teknologi.

BukaLapak.com

Image result for bukalapak

BukaLapak merupakan salah satu marketplace e-commerce terbesar di Indonesia. Kelincahan Achmad Zaky dalam membentuk tim yang solid merupakan faktor yang penting di balik suksesnya bukalapak.com. Di awali dari menjadi finalis Indosat Innovation Wireless Contest pada tahun 2007 dan Indonesia ICT Awards (INAICTA) tahun 2008, ia membuka suitmedia hingga bukalapak.com dikerjakan dengan tim yang sama.

Hingga kini, situs tersebut mencatat nominal Rp500 juta per hari. Fokus pada sebuah proyek yang memiliki ekspektasi tinggi di masa yang akan datang merupakan karakter yang ditanamkan di bukalapak.com. Manajer perusahaan harus dapat menimbang dengan baik dan fokus 100 persen ketika memutuskan untuk terjun mengambil resiko. Ekspansi bisnis terus dilakukan bukalapak.com, seperti bekerjasama dengan BukaDompet serta menarik investor dalam dan luar negeri.

Kunci sukses: selaian kepandaian Achmad Zaki dalam melihat peluang yang ada, networking menjadi salah satu faktor keberhasilan BukaLapak.com.

Berrybenka.com


Kekhawatiran masyarakat akan keamanan dan kemudahan berbelanja online, dijawab oleh Jason Lamuda yang pada tahun 2012 mendirikan sebuah e-commerce berbasis fashion. Usaha yang dirintisnya mempunyai aturan bahwa semua barang yang dirikim kepada konsumen datang dari gudangnya sendiri bukan dari pihak lain. Apabila ada pedagang yang hendak bekerjasama dengan Berrybenka dalam menjual produknya, harus bertatap muka langsung dengan tim Berrybenka, sehingga terdapat mekanisme kesesuaian antara produk dan barang yang ditawarkan kepada konsumen.

Kerjasama tersebut membuahkan hasil, hingga kini ia telah bekerjasama dengan lebih dari seribu pedagang. Strategi bisnis yang bisa dipelajari dari berrybenka yaitu fokusnya pada bidang fashion, sehingga alternatif konsumen lebih banyak dalam memilih. Intensitas kunjungan website berrybenka.com secara fluktuatif berkisar antara satu juta pengunjung per bulan dengan transaksi 1.000-2.000 pengunjung per hari. Tips yang dianjurkan oleh pemilik Berrybenka yaitu mengajak karyawan untuk tidak hanya sekadar melayani saja, namun juga mendalami fashion yang merupakan bidang yang dijalani.

Kunci sukses: pelayan konsumen menjadikan prioritas utama. Sehingga konsumen tumbuh rasa kenyamanan dan kepercayaan pada berrybenka.com.

Biznet

Image result for biznet
Biznet merupakan salah satu start up digital yang bergerak di bidang jasa layanan internet. Berdiri tahun 2000 oleh Adi Kusma dengan bermodal 5 juta dolar AS, ia pun mencoba untuk bersaing dengan kompetitor lainnya.

Beberapa aspek penting yang dapat kita pelajari dari Biznet, khususnya dalam merintis sebuah usaha adalah: Pertama, proporsi nilai produk harus jelas serta menawarkan harga serta kenyamanan ketika menggunakan produk kita. Kedua, pemilik harus menjadi koki sendiri, artinya perintis start up harus mengetahui dengan detail operasional perusahaan juga industri di bidang yang kita tekuni. Ketiga, menentukan waktu terbaik dalam mengambil berbagai keputusan bisnis.

Menurut Adi, dalam merintis sebuah start up sangat penting mengetahui segala seluk beluk perusahaan dan kompetitior yang ada. Di sinilah kewajiban untuk mengintegrasikan antara uang, otak dan ketekunan. Kini, sekitar 560 gedung telah terhubungan dengan Biznet, jumlah karyawannya pun bertambah, dari hanya 10 orang pada tahun 2000 kini telah mencapai 800 orang.

Kunci sukses: pemahaman yang baik terhadap bisnis yang ditekuni serta penentuan keputusan yang tepat menjadikan keberhasilan Biznet

Nulisbuku.com

Image result for nulisbuku.com
Bagi para start-up entrepreneur wanita, Aulia Halimatussadiyah merupakan figur yang patut dicontoh. Selain telah menghasilkan 28 karya buku, Aulia juga membuat start up di bidang self publishing: nulisbbuku.com. Beberapa tips dari Aulia untuk memulai komitmen dalam merintis start up adalah sebagai berikut:

1) Selalu awali langkah kecil mengenai progres start up dengan setidaknya membeli domainnya sehingga membuat kita tidak menunda untuk action.
2) Sharing dan lakukan diskusi dengan teman-teman terdekat dan uji ide yang kamu buat.
3) Buatlah sistem perusahaan dan partner kerja yang solid, hal tersebut sangat penting untuk membantu kita berinovasi.

Nulisbuku merupakan sebuah platform digital yang diawali dengan basis komunitas penulis dengan secara aktif berkolaborasi di sosial media. Hastag tertentu menentukan buku yang akan dibuat kemudian. Selain itu, ia pun memberikan hadiah sebagai insentif para anggota komunitas untuk berpartisipasi.

Kunci sukses: memanfaatan sosial media dalam melihat kebutuhan pasar yang ada

M-Stars

Era digital menuntut para pelaku bisnis, tidak terkecuali perbankan. Peluang tersebut ditangkap oleh Joseph Edi, perintis M-Stars, sebuah pelopor konten mobile di Indonesia. Berdiri pada tahun 2000, kini perusahaannya telah memiliki 150 karyawan dan membawahi 5 perusahaan cabang (AdStars, VOX, dr.m, PoPs, dan m360). Bank BCA dan BNI pun menjadi klien M-Stars dengan proses meyakinkan yang tidak mudah dan mengalami banyak permasalahan. Ia pun berinovasi dengan meluncurkan VOX, sebuah sistem microbanking untuk pengguna mobile phone, kini penggunanya telah mencapai 2 juta dengan 12.000 mitra penjual. M-Stars memerlukan waktu 17 bulan untuk balik modal.

Keunggulannya adalah jaringan kuat pada industri mobile di Indonesia. Oleh karena itu, M-Stars hadir untuk memberikan jasa konsultasi untuk meningkatkan pendapatan perusahaan. M-Stars merupakan contoh perusahaan start up digital yang tidak banyak melakukan pinjaman dana investor besar dan perbankan, namun mampu bertahan di tengah persaingan start up bermodal besar lainnya.

Kunci sukses: menggabungkan teknologi yang berkembang di masyarakat dengan sebuah inovasi sesuai dengan kebutuhan masyarakat