Ciri Kepribadian Wirausahawan Sukses

Hasil gambar untuk pribadi sukses

Tips bisnis kali ini akan menguraikan ciri pribadi wirausahawan sukses. Cerminan pribadi sukses tersebut datang dari tokoh-tokoh yang pekerjaannya wiraswasta. Ternyata mereka memiliki ciri-ciri khusus sebagai pribadi sukses yang patut ditiru oleh kita.

Bagi siapa saja yang mempunyai keinginan wirausaha yang dijalaninya itu sukses dengan gemilang maka perlu membaca artikel pada tulisan ini red. ciri kepribadian pengusaha sukses. Tetapi yang tidak bercita-cita menjadi wirausaha dan memilih menjadi karyawan mereka beralasan keuntungan karyawan atau pekerja memiliki pendapatan yang pasti dan stabil tanpa harus menanggung risiko rugi, tidak laku dan lain sebagainya. Walau jam kerja terikat dan banyak peraturan-peraturan yang harus dijalankan serta tidak memiliki kebebasan waktu, tetap saja kepastian income menjadi pilihan yang paling aman dan nyaman.

Tidak salah memang, menjadi seorang wirausaha yang sukses harus berani mengambil berbagai risiko yang selalu menyertai setiap pilihan-pilihan atau keputusan yang diambil. Namun, apakah Anda tidak ingin suatu hari nanti memiliki usaha sendiri yang bisa dijalankan dari rumah sambil mengurus anak, sambil menikmati berbagai kegiatan yang disukai?

Karena jika memilih menjadi seorang wirausaha, maka waktu adalah milik Anda. Anda memiliki kebebasan untuk mengatur waktu sedemikian sehingga usaha dan kesenangan bisa berjalan berdampingan. Ritme kerja pun Anda yang menentukan. Tidak ada peraturan yang menentukan harus bekerja jam berapa dan selesai jam berapa. Namun risikonya adalah penghasilan yang didapatkan sesuai dengan apa yang Anda kerjakan dan memiliki berbagai risiko dan ketidakpastian yang tinggi.

Bila pilihan anda ditetapkan kepada wiraswasta dan berwirausaha sendiri maka ciri kepribadian yang harus dimiliki sekaligus tips menjadi wirausahawan sukses adalah sebagai berikut :

1. Mau Melatih Pola Pikir
Pola pikir seorang wirausaha yang sukses adalah selalu berpikiran positif. Jika Anda cenderung berpikiran negatif, maka pada akhirnya hal negatif yang dipikirkan itulah yang terjadi. Latihlah pikiran Anda untuk selalu berpikiran positif.

2. Harus Percaya Diri
Seorang wirausaha yang sukses juga memiliki rasa percaya pada dirinya sendiri untuk mengambil keputusan secara akurat, penuh perhitungan, dan tidak lamban. Tidak mempunyai keragu-raguan untuk suatu keputusan yang akan mempengaruhi usahanya. Kepercayaan diri yang tinggi membuat seorang wirausahawan berani memutuskan dengan pertimbangan-pertimbangan yang telah dipikirkan secara matang.

3. Memiliki Perencanaan Yang Matang
Seorang wirausaha yang sukses melaksanakan apa yang sedang dikerjakannya dengan penuh perencanaan dan perhatian. Rencanakan dengan matang, usaha seperti apa yang ingin Anda jalankan, siapa yang akan menjalankan usaha Anda, siapa pesaingan Anda, dan bagaimana cara memasarkan usaha Anda. Perencanaan yang baik akan membawa hasil yang baik dan meminimalkan risiko kerugian.

4. Berani Mengambil Resiko
Ada risiko-risiko yang memang harus dihadapi dalam setiap pilihan yang Anda ambil. Jangan takut untuk mengambil risiko. Jika terjadi kesalahan, belajarlah dari kesalahan itu, perbaiki dan lanjutkan lagi.

5. Kreatif dan Inovatif
Seorang wirausaha yang sukses harus memiliki jiwa yang kreatif dan inovatif untuk mengembangkan usahanya dengan cara yang berbeda dari usaha yang sudah ada. Ciptakan cara baru dalam bidang pemasaran, produk dan kembangkan kreativitas Anda agar mampu menciptakan produk-produk baru yang inovatif.

6. Ulet dan Tekun
Bertekunlah dalam hal-hal kecil, karena hal-hal besar akan datang dengan sendirinya. Ulet dan tekun adalah kunci sukses seorang wirausaha. Tanpa kerja keras dan ketekunan ini, suatu usaha tidak akan bertahan lama dan mengalami kesuksesan.

7. Bisa Menentukan Sasaran dan Prioritas
Wirausaha yang sukses juga harus menentukan impian, sasaran, dan visi yang jelas tentang masa depan bisnisnya. Tidak akan ada semangat juang jika tidak ada yang ingin kita kejar. Karena itu tentukan impian dan apa yang ingin dicapai dari usaha yang Anda jalankan.

8. Berusaha Mewujudkan Rencana
Semua perencanaan, impian, dan lain sebagainya telah diatur dan ditentukan. Wujudkanlah keputusan yang telah Anda ambil untuk menjadi seorang wirausaha yang sukses ini dengan menindaklanjutinya dengan tindakan yang tepat, cepat dan terencana. Jangan hanya Not Action Talk Only (NATO).

9. Memiliki Pengetahuan Dasar-dasar Bisnis
Tips kesembilan menjadi wirausaha yang sukses adalah memilki pengetahuan dasar-dasar bisnis. Tanpa pengetahuan ini, usaha seseorang hanya akan dijadikan sebagai kelinci percobaan dan tidak akan menjadi seorang wirausaha yang sukses. Kegagalan pun akan sering dialami. Tidak ada wirausaha yang sukses tanpa sebuah pengetahuan.
Langkah terbaik untuk menjadi wirausaha yang sukses adalah belajar sambil bekerja. Bekerja pada orang lain terlebih dahulu akan sangat membantu seseorang menyerap ilmu dan pengalaman sehingga di kemudian hari bisa menjadi seorang wirausaha yang sukses.

10. Dapat Belajar dari Pengalaman Orang Lain
Tips kesepuluh menjadi wirausaha yang sukses adalah dengan belajar dari pengalaman orang lain, seperti sebuah papatah yang mengatakan: "Pengalaman adalah guru yang terbaik." Seorang calon wirausaha yang sukses pasti akan selalu mengambil pengalaman dari orang lain dan tentunya dari diri sendiri. Semua pengalaman seseorang, baik kesuksesan maupun kegagalan harus dijadikan sebuah pelajaran berharga dan dijadikan panduan dalam merintis usaha serta mengembangkan usaha.

11. Menerima Kritikan dan Nasihat dari Orang Lain
Tips selanjutnya agar menjadi wirausaha yang sukses adalah mau menerima kritikan dan nasihat dari orang lain. Pada umumnya, kritikan yang ditujukan kepada seseorang adalah sebuah hambatan dalam merintis usaha. Namun, seorang calon wirausaha yang sukses akan menganggap kritikan dan nasihat dari orang lain sebagai guru yang membimbingnya ke arah kesuksesan.
Mau menerima kritikan artinya menyadari bahwa kita memiliki kekurangan. Jika mengetahui kekurangan, seseorang tentu akan memperbaiki kekurangan tersebut. Jadi, kita harus berterima kasih kepada orang yang berani menegur dan mengkritik.

12. Dapat Bekerjasama dengan Orang Lain
Tips selanjutnya agar menjadi wirausaha yang sukses adalah menjalin kerjasama dengan orang lain. Sepandai apapun seseorang, perjuangannya akan sia-sia jika bekerja sendiri. Tidak ada seorang wirausaha yang sukses hanya dengan bekerja sendiri. Kerjasama dengan teman, mitra bsinis, kerabat, rekan, dan klien sangat penting dilakukan jika ingin menjadi wirausaha yang sukses.
Rekan-rekan bisnislah yang akan memberi masukan, kritik, dan saran serta membantu kita ketika mengalami kesulitan usaha. Seorang wirausaha yang sukses harus bisa membuat hubungan dan bergaul untuk menjalin ralasi bisnis seluas-luasnya.

13. Tidak Takut Menghadapi Kegagalan
Tips selanjutnya agar menjadi wirausaha yang sukses adalah tidak takut menghadapi kegagalan. Anda jangan berpikir bahwa wirausaha yang sukses, mapan, dan maju tidak pernah mengalami kegagalan dalam berbisnis. Semua wirausaha yang sukses pasti pernah mengalami kegagalan.
Hal yang membuat para wirausaha yang sukses cepat bangkit dari kegagalan adalah tidak pernah putus asa dan terus berjuang sampai sukses. Manusia yang takut gagal adalah manusia pengecut, tidak berani berbuat, dan kerjanya hanya berkhayal.
.

Kejujuran dan Bijaksana Kunci Kesuksesan

Image result for Kejujuran dan Bijaksana Kunci Kesuksesan

Kepribadian perlu dibangun untuk meraih kesuksesan dalam bisnis wirausaha. Mengelola diri merupakan kunci pertama untuk masuk ke gerbang keberhasilan, oleh sebabnya manajemen diri perlu dibangun sejak awal.

Kunci sukses pengelolaan diri pada bahasan kali ini adalah jujur dan bijaksana. Dua sifat tersebut murah harganya, tetapi sangat langka orang yang memilikinya. Padahal dengan kejujuran dan kebijaksanaan siapapun orangnya akan berhasil meraih apa yang diinginkannya.

Sekarang ini mencari orang jujur sangatlah sulit, begitu pun mencari orang yang bijaksana. Celotehan orang mengatakan mereka itu makhluk langka yang sulit ditemukan di bumi saat ini.

Orang jujur sangat disukai siapapun, berlaku dalam segala hal. Baik jujur dalam bicara, berbuat dan atau jujur dalam akhlak prilaku sehari-hari. Jujur dalam bisnis mutlak sangat diburu siapapun, sebab tidak akan ada manusia yang ingin berpartner dengan orang yang suka menipu.

Kejujuran seakan menjadi sebuah mata uang paling berharga yang berlaku dimanapun ia berada. Memang tidak menjamin orang jujur menjadi kaya. Tetapi jujur sudah pasti akan mengantarkan pada kesuksesan. Walau dengan kejujuran tersebut tidak membuat orang melimpah hartanya, tetapi jujur membuat hidup manusia akan tenang dan damai sampai kapanpun, tidak mempunyai musuh.

Orang yang biasa-biasa saja tetapi berlaku jujur dalam segala hal, baik kepada diri, keluarga dan masyarakatnya dia akan memiliki mental yang berbeda dengan yang lainnya, martabatnya akan naik dan derajatnya akan lebih terangkat oleh karena kejujuran.

Kunci sukses dengan kebijaksanaan artinya dapat memutuskan suatu perkara dengan tepat tanpa adanya tendensi kepentingan emosional. Orang bijak disukai banyak orang dan dicintai Tuhan, dan bahkan dengan kebijaksanaannya tersebut manusia akan berhasil dalam berbisnis, sukses dalam hidup serta tentunya dapat tenang di kemudian hari, karena tidak akan banyak dimusuhi orang.

Demikian inspirasi kepribadian sukses untuk tips bisnis kali ini. Semoga artikel ini bermanfaat untuk direnungkan serta diterapkan pada pribadi kita dalam meraih kesuksesan khususnya dalam berbisnis. 

COMPETITION vs COOPERATION

Hasil gambar untuk cooperation

Jumat lalu kedua anak saya menerima Report Card dari sekolahnya Ronald Reagan Elementary School.

Di Indonesia namanya raport.

Melihat keduanya dapat nilai-nilai yang sangat bagus sementara tidak tercantum info tentang rangking, saya tergoda bertanya ke salah satu gurunya.

“Anak saya ranking berapa, Ms. Batey?”.
“Kenapa anda orang Asia selalu nanya gitu?”, jawabnya.
(Weleh, salah apa ane gan, batin saya.)
“Anda sangat suka sekali berkompetisi.

Di level anak anda, tidak ada rangking2an.
Tidak ada kompetisi.

Kami mengajari mereka tentang cooperation alias kerjasama.
Mereka harus bisa bekerja dalam team work dan mereka harus bisa cepat bersosialisasi dan beradaptasi.

Mereka harus punya banyak teman.
Lebih penting bagi kami untuk mengajari mereka story telling dan bagaimana mengungkapkan isi pikiran dalam bahasa yang terstruktur dan sistematis.

Kami mengajari mereka logika dalam setiap kalimat yang mereka ucapkan.”
(Dari sini rupanya kenapa teman2 saya di kantor mentalnya ”How can I help you”, hampir tidak pernah saya lihat jegal-jegalan.

Dan di US, hampir semua profesi mendapatkan penghasilan yang layak, tidak harus semua jadi “dokter” seperti di Indonesia.

Semua orang boleh mencari penghidupan sesuai passionnya, sehingga semua bidang kehidupan sangat berkembang maju karena diisi orang2 yang bekerja dengan gairah).

Weleh…saya jadi ingat, memang pendidikan di negeri saya sangat kompetitif.
Banyak orangtua yang narsis memajang prestasi anak-anaknya di sosmed.
Tanpa disadari sebagian dari mereka nanti akan tumbuh menjadi orang-orang yang terlalu suka berkompetisi dan lupa bekerjasama.

Kiri kanannya dianggap saingan dan dirinya harus menjadi yang terbaik.
Mending kalo dia mengembangkan dirinya supaya menang persaingan, yang ada kadang mereka menunjukkan baiknya dirinya dengan cara menungkapkan jeleknya orang lain.
Kalo bukan kita siapa lagi, begitu jargonnya…

Wuih, betapa arogannya, seakan-akan yang lain tidak mampu dan hanya dia yang mampu.
Sakit mentalnya….

Aku menang….aku menang…..begitu suara anak-anak dari sebuah gang di ibukota.
Entah permainan apa yang dimenangkannya…..
Entah kapan dia sadar bahwa hidup bukan melulu soal menang dan kalah.

Bakersfield, Jan 2016

Inovasi Di Era Digital

Hasil gambar untuk Inovasi Di Era Digital
Beberapa minggu lalu sempat ngobrol dengan seorang Senior Consultant dari Zurich Innovation Center. Dia bilang, saat ini adalah era ketika inovasi lebih mementingkan kuantitas dibandingkan kualitas.

Yang penting cepat. Tidak bisa lagi berlambat-lambat dengan alasan mengejar "kesempurnaan".
Saya jadi ingat sebuah eksperimen yang melibatkan dua kelompok partisipan yang diminta untuk membuat vas bunga dari tanah liat. Setiap kelompok diberi waktu yang sama.

Kelompok pertama diminta untuk membuat sebuah vas bunga dengan sebagus-bagusnya. Sedangkan kelompok kedua diminta untuk membuat vas bunga sebanyak-banyaknya. Coba tebak, dari kelompok mana kita bisa mendapatkan vas bunga yang lebih indah?

Di luar dugaan, justru kelompok kedua yang bisa menghasilkan vas bunga yang lebih indah. Ternyata, dalam proses menghasilkan vas bunga sebanyak-banyaknya, terjadi proses belajar, sehingga semakin lama kualitas vas bunga yang dihasilkan pun semakin indah.

Kesimpulannya, di era digital ini seringkali "Quantity matters over quality". Tidak zamannya lagi "biar lambat asal selamat".

Sumber : ( Ardhi Ridwansyah)

Ki Jendral Nasution:

Hasil gambar untuk ki jendral nasution

Dalam pertandingan sepakbola, mana yang menjadi fokusnya ; gawang atau bola?
Jawabnya jelas bola.

Kenapa? Karena gawang nggak akan kemana-mana. Nggak perlu dipelototin terus menerus. Sesekali saja dilihat, untuk mengukur seberapa dekat kita pada tujuan. Jauh lebih penting melototin bola, untuk diolah, dikocek, dioper, tendang, sundul, dan menggiringnya mendekat pada gawang.
Begitupun dalam penjualan. Target angka penjualan itu bukan untuk dipelototin terus menerus. Bukan itu fokusnya. Fokus utama harus pada strategi yang dieksekusi. Fokus utama haruslah pada rangkaian cara mencapai targetnya.

Itu sebab, di buku Mantra Covert Selling itu saya katakan berhentilah memikirkan closing. Closing adalah efek samping yang akan terjadi dengan sendirinya, ketika kita melakukan cara-cara yang benar dalam menjual.

Semakin pusing kita memikirkan targetnya, memikirkan closingnya, semakin sulit nampaknya kita bisa mengeksekusi strategi-strategi yang brilian. Karena bola itu nggak mungkin bisa ditendang dioper kalau terus sibuk melototin gawang.

#MantraCovertSelling

Tehnik Melakukan Penjualan

Hasil gambar untuk teknik melakukan penjualan
Selingan : di artikel ini saya akan memberikan beberapa teknik dalam melakukan penjualan namun saya tidak begitu yakin apakah teknik ini dapat diterapkan di dunia online seluruhnya, karena metode ini saya dapatkan dari pelatihan yang saya ikuti beberapa waktu lalu,kebetulan saya pernah mengikuti pelatihan NLP dan hipnosis untuk sales offline
baiklah langsung saja, dibawah ini saya memberikan pula contohnya agar lebih mudah di pahami
, beberapa contoh saya ambil dari tulisan master copywriting mas dewa eka
.
SCARCITY
Banyak produk yang dikeluarkan dengan edisi terbatas, Hal ini karena sifat dasar manusia menyukai eksklusivitas yang dapat ditunjukkan dari sebuah kelangkaan produk. Contohnya seperti ini
Produk ini jumlahnya terbatas. Hanya ada 3
Baju ini dibuat secara custom, hanya ada 1. Memang dibuat eksklusif…
.
CHANGE WORD
Di dunia offline kata-kata memiliki porsi 7% pengaruhnya saat berkomunikasi, namun di dunia online hampir sebagian besar kita berkomunikasi melalui tulisan. jadi Buatlah penawaran dengan merubah sedikit kata-katanya agar lebih powerfull Contohnya seperti ini
Harga >>> Investasi
Murah >>> Terjangkau
Bonus Khusus >>> Bonus Spesial
Beli >>> Miliki
Produk >>> Solusi
Mahal >>> Tinggi
Potongan Harga >>> Penawaran Spesial
Menjual >>> Menawarkan Solusi
Penurunan Harga >>> Penyesuaian Harga
.
YES SET
Menurut penelitian bahwa jika kita mengajukan 6 pertanyaan atau lebih yang dijawab dengan jawaban"YA", maka pertanyaan berikutnya dipastikan adalah “YA”, Tehnik Yes set ini cocok digunakan saat anda sudah memiliki gambaran mengenai kebutuhan, keinginan dan masalah yang dihadapi oleh pembeli
contoh :
Sales : alamat toko saya gampang di carikan ya?
Calon Pembeli : Ya, gampang, Saya lewat sini terus
Sales : Oh ya, mba mau cari baju untuk pernikahan ya?
Calon Pembeli : Iya nih, persiapan untuk 3 bulan lagi Saya nikahan…
Sales : Waaah… Selamat ya mba. Mba pasti seneng banget ya?
Calon Pembeli : Iya Alhamdulillah, setelah sekian lama. Hehe…
Sales : Kalau dilihat dari baju mba sekarang, mba suka warna merah ya?
Calon Pembeli : Iya, rencana saya mau nyari yang warna merah juga
Sales : Baju model yang ini cantik sekali mba ya?
Calon Pembeli : Iya… Harganya yang ini berapa?
Sales : Mba nyarinya baju yang bagus dan berkualitas kan ya?
Calon Pembeli : Iya…
Sales : Mba mau ambil yang ini aja?
Calon Pembeli : Iya.. Yang ini aja deh (CLOSING!)
.
DOUBLE BIDDING
Banyak sekali penjual yang gagal menjual produknya karena salah memberikan pertanyaan, kebanyakan pertanyaan yang dilontarkan ke pembeli adalah pertanyaan yang jawabannya “ya” atau “tidak” misalnya “mas jadi beli produknya atau enggak?” jadi jawabannya sudah pasti ya atau tidak, dan kebanyakan pembeli mengatakan tidak.
Maka sebaiknya kita rubah pertanyaan tersebut menjadi pertanyaan yang jawabannya adalah “ya” atau “ya”, Contohnya seperti dibawah ini
Mau beli 1 pcs atau 1 lusin?
Mau paket A atau paket B?
Mau paket bulanan atau tahunan?
Yang kapasitasnya 10.000 mAh atau 20.000 mAh?
Jam tangannya yang sporty atau formal?
Lebih nyaman pake manual atau matic?
.
COMPARISON
Teknik ini hampir sama dengan double bidding bedanya adalah kita menawarkan lebih dari dua pilihan, Teknik ini akan cocok untuk pembeli yang terlihat bingung atau ragu, Jadi anda memberikan 3 pilihan produk dan berikan keterangan masing-masing produk agar pembeli mudah memilih produk yang ingin dibeli
Contohnya seperti dibawah ini
Ibu produk A harganya lebih mahal. Kualitasnya pun memang sangat bagus. Kalau produk B ini harganya lumayan terjangkau. Kualitasnya juga bagus. Kalau produk C harganya murah banget. Tapi ya itu, kualitasnya pun biasa-biasa saja. Ibu pilih yang mana?
.
CROSS SELLING
Kalau kita datang ke minimarket, apapun belanjaan kita selalu ditawari dengan pulsa atau produk yang sedang promo berlangsung di kasir, hal ini disebut sebagai CROSS SELLING, Jadi anda menawarkan produk lain saat dia membeli suatu produk di toko anda
Contohnya seperti ini
Restoran -> Mau level kepedasan berapa kak? (Padahal aslinya harus bayar…)

Penyakit Bernama Gengsi

Hasil gambar untuk gengsi

Saudaraku, gengsi adalah penyakit yang menyesakkan dada, membuat hati tertekan, merasa terhimpit, dunia ini terasa sangat sempit. Ada orang yang karena gengsi naik angkot, maka dia memaksakan naik taksi, padahal ia tidak mampu dan memang tidak perlu. Sepanjang jalan ia tidak menikmati jok yang empuk di dalam taksi karena matanya gelisah melihat argo yang terus bertambah.

Ada juga orang yang datang ke sebuah acara mengendarai motor lama. Karena gengsi, ia berusaha datang lebih awal, kemudian mencari tempat parkir yang agak tersembunyi. Ada lagi orang yang memaksakan diri mencicil ponsel baru yang mahal hanya karena gengsi di depan teman-temannya memakai ponsel lama yang dipikirnya sudah ketinggalan zaman. Maa syaa Alloh.

Betapa menderita hidup yang demikian. Menuruti keinginan, bukan kebutuhan. Memaksakan diri, tanpa melihat kemampuan. Mengikuti pandangan orang, tanpa memikirkan kebaikan dan keburukan. Semua itu terjadi karena gengsi.

Gengsi itu sama bahayanya dengan ‘ujub dan minder. Semuanya sama-sama perwujudan dari cinta dunia. Gengsi muncul karena hati sudah terpaut dengan dunia, menjadikan dunia sebagai tolak ukur kemuliaan. Padahal yang dikejar kemuliaan di pandangan manusia. Apalah artinya mulia di pandangan manusia, tapi sia-sia di pandangan Alloh Swt.

Saudaraku, tidakkah kita ingat pada sabda Rosululloh Saw., “Demi Alloh, bukan kemiskinan yang aku khawatirkan akan menimpa diri kalian. Akan tetapi, aku kahwatir jika dunia ini dibentangkan untuk kalian sebagaimana ia dibentangkan untuk orang-orang sebelum kalian sehingga kalian berlomba sebagaimana mereka berlomba, dan akhirnya kalian hancur sebagaimana mereka hancur.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Tidak perlu kita gengsi memakai motor gara-gara mobil kita dijual. Tidak perlu kita gengsi tinggal di rumah kontrakan. Demi Alloh.. Semua yang ada di dunia ini milik Alloh. Yang kita miliki, yang masih kita cicil atau yang kita sewa, semuanya mutlak milik Alloh. Semua itu ada di tangan kita hanya titipan saja dan hanya ujian. Tidak perlu gengsi dengan apa yang kita miliki. Gengsi adalah bentuk lain dari kufur nikmat, seolah karunia yang Alloh berikan kepada kita tiada berarti. Maa syaa Alloh.

Selengkapnya baca di
http://aagym.net/gengsi